teruntuk kamu, 2020.
diawal tahun aku kira kamu akan menjadi tahun yang lebih indah daripada 2019 karena aku pikir cobaan di 2019 sudah cukup memukulku dengan sangat keras. tapi ternyata, aku salah.
diawal tahun pula sudah banyak harapan yang aku ukir untuk aku lakukan di tahun ini, tapi ternyata? gagal. mungkin bukan bagi diriku saja, orang-orang diluar sana pasti merasakan kegagalan yang sama denganku, bukan?
2020, angka yang cantik kan? kata orang sih begitu sebelum kita benar-benar menjalankannya:)
entah, aku bingung. aku harus berterimakasih atau menyesali dirimu,2020?
terlalu banyak air mata dan kehilangan yang terjadi di tahun ini.
terlalu banyak kejadian diluar cerita yang aku harapkan
terlalu banyak sakit hati yang aku rasakan
terlalu banyak kebahagiaan yang kau renggut,2020
terlalu banyak air mata dan kehilangan yang terjadi di tahun ini.
terlalu banyak kejadian diluar cerita yang aku harapkan
terlalu banyak sakit hati yang aku rasakan
terlalu banyak kebahagiaan yang kau renggut,2020
tetapi disisi lain, darimu aku belajar banyak hal
belajar caranya bersyukur
belajar caranya mengikhlaskan
belajar bagaimana harus berada di tiga posisi sebagai anak, teman, dan mahasiswa
belajar bagaimana kamu harus mengambil keputusan ditengah hiru pikuk kehidupan
belajar bagaimana caranya tersenyum walaupun cobaan berlalu lalang
belajar bagaimana caranya menyembunyikan perasaan dan kejadian yang ada
belajar caranya mengikhlaskan
belajar bagaimana harus berada di tiga posisi sebagai anak, teman, dan mahasiswa
belajar bagaimana kamu harus mengambil keputusan ditengah hiru pikuk kehidupan
belajar bagaimana caranya tersenyum walaupun cobaan berlalu lalang
belajar bagaimana caranya menyembunyikan perasaan dan kejadian yang ada
belajar memaknai waktu
dan masih banyak hal yang aku dapatkan meskipun diiringi dengan tangisan rindu yang keluar disetiap malamnya.
berkatmu juga, sekarang aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi. sudah tidak ada rasa untuk melakukan apapun lagi.
seolah-olah aku hanya seonggok kayu yang diam di permukaan sungai dan hanya mengikut aliran sungai yang entah kemana aku akan dibawa olehnya.
jika dilihat sangat menyedihkan pasti tetapi sungguh didalam lubuk hati yang terdalam ada keinginan untuk keluar dari kenyataan ini.
tetapi bagaimana caranya? ya, jawabannya semua butuh waktu untuk berproses.
entah itu 1 bulan,3 bulan,1 tahun hingga puluhan tahunpun menurutku tidak apa.
karena setiap orang memiliki jalan prosesnya masing-masing.
dan, hai 2021:)
saat ini aku tidak memiliki terlalu banyak keinginan darimu
aku hanya berharap,
semoga......
sudah tidak ada lagi kehilangan dan airmata yang terjatuh.
semoga......
aku dan orang-orang yang aku sayangi selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan disetiap langkahnya.
terimakasih ya, buat orang-orang hebat yang selalu ada dan menemaniku di tahun ini terutama bulan-bulan terberat di tahun ini. entah pakai apa aku membalasnya, tetapi aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian semua:)
0 komentar:
Posting Komentar