Pages

Minggu, 27 Juni 2021

siapakah kamu?

 2020 memang tahun yang sangat susah ditebak. 

aku kehilangan cinta pertamaku. hancur. sangat hancur keadaanku saat itu.

tetapi mau bagaimana lagi? aku tidak boleh terlalu hanyut oleh keadaan. cinta pertamaku pasti juga akan sedih bila mengetahui aku hancur dalam kesedihan. melihat air mataku saja, papa sudah marah apalagi melihatku hancur, bukan?

ada yang pergi, ada juga yang datang.

entahlah, kita tidak pernah tau rencana dan cerita Tuhan untuk kita bagaimana.

------------------------------------------------THE BEGINNING --------------------------------------------------------

September 2020

hai, kenalin aku seorang gadis yang sekarang menginjakkan kaki di semester 3. setahun aku duduk di bangku perkuliahan tetapi tidak ada sesuatu yang berkesan. setahun perkuliahan yang ada dipikiranku hanya kesembuhan dari papa dan merawat papa semaksimal mungkin. 

awal semester 3 ini, aku ingin mencoba hal baru di kehidupanku. aku mulai mengikuti suatu organisasi yang salah satu tujuannya supaya hidupku tidak datar begini aja. dan benar, aku mulai disibukkan dengan proker-proker yang ada, tentunya masih online karena pandemi yang tak kunjung usai. 

bulan depan ini, ada suatu proker yang diadakan oleh divisiku dan aku diamanahkan menjadi bendahara di proker tersebut. dan dia, sosok lelaki yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini, menjabat sebagai wakil ketua di proker ini. 

semua berjalan seperti biasa, kuliah, rapat, kuliah, rapat. hingga akhirnya aku menemukan masalah dalam keuangan proker ini, satu-satunya jalan adalah berdiskusi dengan ketuaku. tetapi saat itu ketuaku lagi dalam keadaan tidak baik-baik saja. akhirnya, aku berdiskusi dengan dia untuk pertama kalinya. cukup rumit sehingga harus menunggu keputusan dari ketua juga.

lalu besoknya kami bertiga berdiskusi melalui aplikasi zoom. tetapi seperti biasa ketuaku telat datang, akhirnya hanya aku dan dia. tentunya tidak menghasilkan apapun karena pikiran kita sudah buntu, akhirnya kita cerita-cerita dan nimbrung lah kakakku. 

entah kenapa mereka langsung bisa berbagi cerita, dan entah kenapa kakakku bertanya mengenai pacar kepadanya. karena aku mengira ia memiliki seorang pacar, ternyata tidak ada.

untuk memudahkan komunikasi akhirnya kita bertiga pun memutuskan untuk membuat mpc di line. 

pada suatu ketika aku dan dia memiliki idk yang sama pada tutorial case ini dan ternyata sama juga dengan temanku satu lagi. akhirnya kami mengerjakan bersama-sama, dan entah kenapa juga tetiba akhirnya kita belajar bersama beserta kakakku. 



Minggu, 27 Desember 2020

2020

teruntuk kamu, 2020.

diawal tahun aku kira kamu akan menjadi tahun yang lebih indah daripada 2019 karena aku pikir cobaan di 2019 sudah cukup memukulku dengan sangat keras. tapi ternyata, aku salah. 

diawal tahun pula sudah banyak harapan yang aku ukir untuk aku lakukan di tahun ini, tapi ternyata? gagal. mungkin bukan bagi diriku saja, orang-orang diluar sana pasti merasakan kegagalan yang sama denganku, bukan?

2020, angka yang cantik kan? kata orang sih begitu sebelum kita benar-benar menjalankannya:)

entah, aku bingung. aku harus berterimakasih atau menyesali dirimu,2020?
terlalu banyak air mata dan kehilangan yang terjadi di tahun ini. 
terlalu banyak kejadian diluar cerita yang aku harapkan
terlalu banyak sakit hati yang aku rasakan
terlalu banyak kebahagiaan yang kau renggut,2020

tetapi disisi lain, darimu aku belajar banyak hal

belajar caranya bersyukur
belajar caranya mengikhlaskan
belajar bagaimana harus berada di tiga posisi sebagai anak, teman, dan mahasiswa
belajar bagaimana kamu harus mengambil keputusan ditengah hiru pikuk kehidupan
belajar bagaimana caranya tersenyum walaupun cobaan berlalu lalang
belajar bagaimana caranya menyembunyikan perasaan dan kejadian yang ada
belajar memaknai waktu
dan masih banyak hal yang aku dapatkan meskipun diiringi dengan tangisan rindu yang keluar disetiap malamnya.

berkatmu juga, sekarang aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi. sudah tidak ada rasa untuk melakukan apapun lagi. 
seolah-olah aku hanya seonggok kayu yang diam di permukaan sungai dan hanya mengikut aliran sungai yang entah kemana aku akan dibawa olehnya.
jika dilihat sangat menyedihkan pasti tetapi sungguh didalam lubuk hati yang terdalam ada keinginan untuk keluar dari kenyataan ini. 
tetapi bagaimana caranya? ya, jawabannya semua butuh waktu untuk berproses. 
entah itu 1 bulan,3 bulan,1 tahun hingga puluhan tahunpun menurutku tidak apa. 
karena setiap orang memiliki jalan prosesnya masing-masing.


dan, hai 2021:)
saat ini aku tidak memiliki terlalu banyak keinginan darimu
aku hanya berharap, 
semoga......
sudah tidak ada lagi kehilangan dan airmata yang terjatuh. 
semoga......
aku dan orang-orang yang aku sayangi selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan disetiap langkahnya.

terimakasih ya, buat orang-orang hebat yang selalu ada dan menemaniku di tahun ini terutama bulan-bulan terberat di tahun ini. entah pakai apa aku membalasnya, tetapi aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian semua:)

Selasa, 15 Desember 2020

Cinta Pertama yang Hilang

kata orang, papa merupakan cinta pertama bagi anak perempuannya. 

menurutku itu benar, sangat benar. 

bagiku, papa adalah segalanya

papa adalah sosok panutan, pahlawan, presiden,nahkoda, dokter,teknisi, psikolog,dan semua profesi ada di papa. 

masih sangat terekam dengan jelas diingatanku, bagaimana sosok papa yang selalu membimbing setiap langkah dan keputusanku.

dan satu hal yang paling tidak disukai papa adalah air mataku.

benar, setiap kali aku menangis entah itu tentang pendidikan atau masalah apapun kalau aku meneteskan air mata,papa selalu marah dan selalu berkata "dah jangan nangis" "cup udah udah" "gaapa belajar lagi" dengan raut wajah papa yang agak emosi tetapi dengan tatapan yang sendu dan sedih:') masih teringat jelas di pikiran dan benakku,paa

sampai di detik-detik terakhir papa mau pergi, papa masih bilang dengan susah payah "alit jangan nangis"

tetapi maaf pa, sungguh berat sekali menahan air mata dan kesedihan kali ini.

sungguh 19 November 2020 ini merupakan patah hati terbesarku paa

melihat satu-satunya lelaki yang ada di kehidupanku sedang berjuang bertaruh nyawa tetapi aku tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa berada disamping papa saat papa di rawat di rumah sakit karena harus kuliah sungguh jika aku telat 1 jam saja itu akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku. 

masa-masa itu juga aku menjadi takut jika handphoneku berdering, takut saat mengangkat telfon, berusaha mendapat kabar terbaru tentang papa meskipun air mata harus jatuh saat mendengar perkembangannya papa.

pertama kali merasakan, "aku harus percaya pada siapa?" "aku harus kuat didepan semua orang" "aku harus bisa terlihat baik-baik saja di depan teman-teman dan dokter"

padahal? setiap waktu aku menangis, menangis melihat keadaanku yang tidak bisa berbuat apa-apa. beberapa jam sebelum papa pergipun aku sempat pingsan karena tidak kuat untuk mengikhlaskan dan menerima kenyataan ini, berusaha tenang, berusaha "alit kamu kuat" tetapi ternyata tidak semudah itu.

 aku harus benar-benar menerima kenyataan saat kakakku menelfon 

"alit lagi apa?"

"kuliah mbak, ada apa?"

"nanti habis kuliah ke rumah sakit ya, papa kondisinya menurun"

"alit kesana sekarang ya mbak?"

"kamu nggak tutor?"

"nggak mbak."

"jangan nyetir sendiri ya, minta tolong mbak putu buat nganter kesini. hati-hati ya"

tanpa berpikir panjang aku langsung meninggalkan laptop dan kelasku dan menuju ke rumah sakit.

benar, papa sudah berbeda, untuk nafaspun papa sudah sulit.

aku langsung bergegas ke kepala papa dan bilang di telinga papa
"papa, alit datang. anak papa yang paling kecil dan paling papa sayang ini dateng lho paa, papa kuat kan? kemarin papa bilang papa masi kuat kan, mau nemenin alit jadi dokter katanya" kugenggam terus tangan papa yang sudah agak membengkak

masih terasa dengan jelas tekstur kulit kepala papa yang aku elus-elus waktu itu, mama dan kakak-kakakpun sudah saling berbagi tangisnya didepan papa. berusaha agar keajaiban datang, memanggil-manggil papa agar kembali ke kami.

dengan posisi, mama di kepala papa, mbak wulan ditangan kanan papa, mbak intan ditangan kiri papa, mbak ratih di kaki kiri, dan aku di kaki kanan, kami ber5 mengantarkan papa.

sampai papa benar-benar pergi meninggalkan kami dan dunia ini. benar-benar sesuai keinginan papa diantarkan oleh bidadari-bidadarinya sampai akhir nafasnya.

histeris? tentu

aku tidak siap menerima kenyataan, aku belum bisa membanggakan papa, aku belum bisa membalas sedikitpun, aku pukul papa untuk kembali ke sini:') sungguh rasanya waktu pada saat itu berhenti. seolah aku ingin ikut bersama papa, karena aku tidak siap menerima kenyataan bahwa tidak ada yang memanggil-manggilku untuk memijat kepalanya, menemaninya, memandikannya, dan masih banyak hal yang kita berdua lakukan bersama.

papa pergi.....

tidak ada lagi tangan lelaki yang selalu aku genggam setiap kali aku melangkah

tidak ada lagi bahu yang selalu dengan gagah menjadi tempat kepalaku bersandar dan meluapkan tangis dan tawa

tidak ada lagi wejangan bijaksana yang selalu papa utarakan saat ngopi sore bersama

tidak ada lagi yang menjadi penengah ketika anak-anak papa sedang berdiskusi

tidak ada lagi tawa yang dengan suara khasnya papa

tidak ada lagi yang selalu aku cubit-cubit kalo aku gabut

tidak ada lagi perut yang selalu aku jadikan bantal

tidak ada lagi lelaki yang selalu sabar saat aku ndusel-ndusel 

dan masih banyak hal yang sudah tidak bisa kita lewati bersama paa.....

tetapi aku yakin dan sudah membuktikan, jiwa papa masih bersama kami.

masih menuntun setiap langkah dan keputusan kami.

masih selalu mendukung semua kegiatan kami

kehadiran papa masih kami rasakan paa......

jangan lupa cerita ke Tuhan ya paa, kalo di dunia papa masih punya 5 bidadari yang membanggakan.

bantu kami yaa pa, supaya bisa selalu jadi bidadari-bidadari kebanggan papa!

kami rindu, papađź’–

Selasa, 08 Desember 2020

Kehilangan Terberat di Hidupku

Surabaya, 19 November 2020 14.40

Tidak pernah terlintas dipikiran dan benakku
hari ini, satu-satunya lelaki yang paling aku sayang di dunia ini dipanggil selamanya oleh Tuhan.
sungguh, sampai detik ini pun ( 9 desember 2020 11.11) aku masih tidak kuasa untuk menerima kenyataan ini
paa, berat rasanya kaki ini untuk melangkah.
papa benar-benar menemaniku selama 21 tahun.
tepat 2 hari sebelum aku ulang tahun, papa pergi selama-lamanya.
papaa, sungguh ini kado terindah buat alit.
papa udah nggak sakit lagi kan? papa udah bahagia kan pa disana?
sampai papa mau pergipun papa selalu bilang "alit jangan nangis"
maafin alit pa, alit tidak kuat menahan air mata ini.
terlalu berat paa, sungguh.

alit nggak perlu cerita tentang kebaikan papa ke orang-orang.
bahkan, kami tau kebaikan papa dari orang-orang yang datang. 
sungguh pa, bukan MPS family aja yang kehilangan hampir semua orang merasakan kehilangan papa.
banyak yang sayang papa.
papa, kami rinduđź’–

Kamis, 28 November 2019

Jika kamu lelah, lihatlah ini

Tulisan ini dibuat pada tanggal 21 November 2019, dimana ini merupakan hari kelahiranku yang ke-20. Usia ini adalah masa transisi dari angka 1 menjadi 2 yang tentunya tidak mudah untuk melewatinya:)

Teruntuk kamu, Ni Ketut Alit Darmayanti, diri aku sendiri.
selamat, selamat kamu berhasil sampai di tahap ini.
mungkin satu tahun ini benar-benar tahun terberat, benar-benar tahun yang penuh dengan cobaan dan keajaiban.
mungkin Tuhan mengujimu di satu tahun ini, melihatkan padamu betapa beratnya hidup ini, tetapi dibalik itu semua Tuhan juga menunjukkan kepadamu bahwa di setiap cobaan yang Ia berikan selalu ada jalan keluar dan pertolongan dariNya.
Tuhan adalah penulis skenario terbaik, jangan pernah kau ragukan jalan ceritanya. Dibalik kesedihanmu pasti akan datang kebahagiaan yang siap menyambutmu.

Tuhan pasti melihat perjuanganmu selama ini, melihat bagaimana kamu melewati cobaan yang diberikan. Dan sekarang kamu di tahap ini, mungkin tidak sesuai yang kamu inginkan tetapi inilah cara Tuhan menunjukkan padamu bahwa ini yang terbaik untukmu.

Bagaimana? apa kamu sudan belajar arti kehidupan yang sesungguhnya? apa kamu sudah belajar artinya berjuang dan mengikhlaskan?:)

teruntuk semua orang yang sudah menemani alit selama satu tahun ini, terimakasih. entah bagaimana lagi harus diucapkan. kalian benar-benar mengajarkan bagaimana untuk bertahan dan berjuang, mengajarkan bagaimana caranya tetap tersenyum di dalam semua cobaan. terimakasih:)

semoga kedepannya kamu selalu menjadi wanita yang kuat, tidak mudah menyerah, selalu tersenyum, dan tentunya selalu bahagia.


Minggu, 18 Januari 2015

NI9GA 2014-2015
NI9GA, ya itu sebutan nama buat kelas 9G tahun 2014-2015 yang memiliki seorang bapak wali kelas yaitu Pak Sugeng sebagai guru IPS
Kelas 9G terdiri dari 40 orang yang bermacam-macam sifatnyaa, ada yang baik, ada yang pinter main alat musik, ada yang njengkelin:))v ada yang ngangenin *eh:)) adaa yang rajin,dll. banyak deh syukurnya kita bisa ngehargain satu sama lain:))
awal masuk kita masih diem-dieman:)) kalau nginget-nginget pingin ketawa sendirii:33
seiring dengan berjalannya waktu, kita semakin dekat dan saling mengenal:)) apalagi kita ada tugas besar, ya pagelaran.....
pagelaran NI9GA berjudul Dragon Conqueror yang berlangsung pada hari Senin, 15 Desember 2014 jam 08.00 dengan durasi waktu kurang lebih2,5 jam pagelaran kita berjalan dengan lancar dan sukses! rasanya semua pengorbanan waktu, uang dan tenaga terbayar semua dengan berjalannya pagelaran itu dengan lancarr! sehabiiss pagell kita juga foto-foto ditengah lapangaann=)) yel-yel ditengah lapangann mungkin sampai dibatini 1 sekolaah:,,))) tapi ya itu salah satu wujud kekompakan kita *cielah:))
aku ngerasa NI9GA bukan lagi teman tapi aku udah nganggep NI9GA sebagai keluarga keduaku:,))
semua kita lakuin bareng, seneng bareng,sedih bareng, dan galau bareng:,)))) dan semoga nanti NI9GA bakal sukses bareng AMINNN!! mohon doanyaa yaaaaa...
biasanya setiap malam kita juga ngirim quote-quote nggak jelas gitu di group=)))
apalagi kalau liburaan wwwuuss begadang bareng sampe pagi x))) waktu malam tahun baru meskipun kita dibeda tempat kita juga bisa ngerayain bareng meskipun hanya lewat group linee =)))
yaaa sekian dulu tentang NI9GA 2014-2015
WE ARE WE ARE AREK SONGO G!!
 
 

Sabtu, 17 Januari 2015

Kemarahan adalah sebuah kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat dibandingkan dengan pikiran, dan ucapan yang telah keluar dari mulut kita akan menjadi sebuah penyesalan